Muktamar Tikus

Segerombolan tikus merasa khawatir dengan nasib survival mereka. Setiap akan berburu makanan, selalu diketahui si kucing. Lalu ada saja minimal satu anggota mereka yang termangsa. Masalahnya, para tikus selalu terlambat mengetahui keberadaan si kucing yang mengendap-ngendap mengintai mereka. Maka komunitas tikus segera menyelenggarakan muktamar untuk membahas masalah ini.

Setelah berlarut-larut debat, berteriak-teriak mengajukan solusi dan beradu argumentasi, muncullah usulan yang dianggap terbaik. Si tikus yang paling alim dengan penuh percaya diri maju, “Usul, Komendan, menurut saya si kucing harus dikalungi klinthingan!” Argumentasi ia lumayan bagus: ketika kucing bergerak, tentu klinthing itu akan berbunyi. Maka para tikus bisa segera tahu, sehingga tidak terlambat kabur.

“Ide bagus!” kata tikus pemimpin muktamar, “Okelah kalau begitu, sekarang siapa yang akan kita beri tanggung jawab untuk mengemban amanah mulia ini?”

Ruangan muktamar tiba-tiba hening. Tikus-tikus yang tadi berteriak tak mampu berucap. Terlebih si tikus teralim; ia kini tak mampu bicara. Ternyata, tikus-tikus itu tak pernah mengenal ungkapan “sapa usul kudu mikul.” Para tikus masih dihegemoni tradisi pakewuh, sebab sudah naturalnya, konstruk relasi tikus-kucing adalah bottom-up: antara mangsa dan pemangsa. Itu tembok tradisi yang sampai kini pun para tikus belum berani menerobosnya.

~ catatan ini sempat kutulis di FB, pada 25/04/2013, lalu kumuat ulang di blog ini

3 thoughts on “Muktamar Tikus

  1. Darul Ulum (@didasobat) 14/01/2014 pukul 00:34 Reply

    al-ra’ yu shawab wa lakin man yu’alliqul jaras.🙂 saya ingat kembali pelajaran di pesantren. hehehe. saya senang berkunjung ke sini.

    Suka

    • azisanwarfachrudin 15/01/2014 pukul 22:42 Reply

      hehe. saya malah baru tahu kalau cerita itu ternyata berasal dari cerita2 di pesantren to… sampeyan dulu nyantri di mana?

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s