Kapling Surga

Pernah ada meme yang beredar di jejaring sosial, bunyinya begini: “Seburuk-buruknya Lulung, dia itu Muslim. Sebaik-baiknya Ahok, dia itu kafir. Muslim walau buruk masih bisa masuk surga. Kafir walau baik tetap saja kekal di neraka.”

Terlepas dari urusan Ahok-Lulung/DPRD Jakarta, boleh jadi isi dari pandangan biner macam itu diyakini oleh banyak Muslim (atau jangan-jangan mayoritas Muslim; hanya saja ada yang berani melantangkannya; ada yang tak berani tapi diam-diam mengamini). Pandangan macam itu membagi dunia ini bukan atas dasar baik-buruknya perilaku (baik-jahat, adil-zalim), tapi identitas agama: Muslim vs non-Muslim. Logika terusan dari pandangan itu simpel saja: non-Muslim adalah kafir dan karena itu, sekalipun yang bersangkutan orang baik dan banyak jasanya bagi kemanusiaan, pada akhirnya akan kekal di neraka.

Baiklah, untuk sementara asumsikan pandangan itu benar.

Hari ini jumlah total populasi sedunia sudah melebihi 7 miliar, sedangkan jumlah Muslim sedunia sekitar 1,5 miliar [data ini dari Mbah Wikipedia; anggaplah mendekati akurat]. Jadi, jumlah Muslim ada sekitar seperlima dari total penduduk Bumi [kalau 1/5 terlalu sedikit, oke kita tambahi jadi 1/4 dah]. Berbekal data ini, dengan premis pandangan tadi, kesimpulan yang dapat diambil adalah: mayoritas manusia (3/4 penduduk Bumi, yang non-Muslim itu) nanti akan masuk neraka. Implikasi teologisnya: Tuhan menciptakan sebagian besar manusia hanya untuk masuk neraka.

Kesimpulan itu masih dengan asumsi semua Muslim (dalam definisi paling simpel, yakni yang mengucapkan dua syahadat) masuk surga. Tentu saja ini belum dikurangi dengan Muslim yang, karena berasal dari sekte/mazhab ‘non-ortodoks’, dianggap kafir. Jumlah penduduk permanen di surga akan makin sedikit.

Itu juga belum dikurangi dengan Muslim yang harus transit dulu di neraka. Dosa-dosanya ‘dibilas’ dulu dengan api. Misalnya, Muslim yang melakukan dosa-dosa besar (membunuh, korupsi, berzina, dsb.). Kalau ditambah dengan Muslim yang dianggap sesat karena melakukan perbuatan yang divonis bid’ah, tentu yang mampir di neraka akan bertambah lagi. Apalagi kalau divonis syirik; kata banyak orang, syirik itu dosa tak terampuni. Belum lagi dengan yang tak menjalankan rukun Islam dengan baik (salatnya bolong-bolong atau salat hanya ketika Jumatan saja, atau pas bulan Ramadan tidak puasa, dll.). Belum dikurangi lagi dengan Muslimah yang tidak berjilbab (dan dari yang berjilbab itu, banyak yang hijabnya tak syar’i). Sudah pakaiannya tak syar’i, anak-anak muda hari ini liar sekali pergaulannya (pacaran di tempat umum tak malu; bahkan main raba-raba dan cipokan di pinggir jalan). Tolong jangan ditambahi dengan yang harus santri, bisa baca al-Quran, apalagi kudu jenggotan atau berhijab lebar. Nanti terlalu sedikit.

Ah ya, itu tadi baru hitungan jumlah Muslim di abad 21. Kalau dihitung mundur (abad 20, 19, 18, dst.), rasio jumlah Muslim saat itu dibanding total populasi sedunia agaknya lebih sedikit. Apalagi di abad-abad itu banyak Muslim masih illiterate, tak bisa baca-tulis dan hanya ikut tradisi saja. Dari yang lebih sedikit itu, banyak Muslim yang, dengan kacamata ‘Islam kaffah’, keislamannya masih ‘sinkretis’ (ngakunya Muslim, tapi praktik kesehariannya masih kecampuran tradisi ‘animisme’), dan karena itu sesat, sehingga menambah bahan bakar neraka.

Konklusi: Surga yang luasnya seluas langit dan bumi (sebagaimana digambarkan al-Quran) dicipta Tuhan hanya untuk dihuni segelintir orang saja. Ya, segelintir saja bila dibanding begitu banyaknya warga neraka.

Konklusi itu berlaku, tentu, kalau pandangan di atas sepenuhnya benar. Kalau tidak, ya kesimpulannya berbeda. Begitu.

Tagged: , , ,

One thought on “Kapling Surga

  1. rio 19/05/2015 pukul 10:50 Reply

    Manteb banget point of view- nya…

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s